Jurnal ASAWIKA Volume 4 No. 2 Edisi November 2019 Intan Immanuela, Theresia Purbandari, Mujilan

KKN-PPM: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KRESEK,

KABUPATEN MADIUN MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI

WISATA ALAM DAN EKONOMI

Intan Immanuela1)

, Theresia Purbandari2)

, Mujilan3)

1Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

email: intan.immanuela@gmail.com

2Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

email: theresiapurbandari1976@gmail.com

3Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

email: agusmujilan@gmail.com

ABSTRAK

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) diharapkan dapat memberi pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Universitas Katolik Widya Mandala Madiun mengadakan KKN-PPM di lima dusun: Brojo, Ngandong, Jatirogo, Katregan, dan Sewu, di Desa Kresek, Kabupaten Madiun. Desa Kresek memiliki potensi ekonomi dan potensi wisata alam. Potensi

wisata yaitu tubing atau arung jeram, sedangkan potensi ekonomi yaitu industri rumah tangga: jamur tiram, rengginang, krupuk lempeng, anyaman bambu, susu sapi perah, sabun susu sapi, dan yoghurt. Tujuan kegiatan: 1) lebih meningkatkan potensi ekonomi dan potensi wisata masyarakat; 2) dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Target yang ingin dicapai: 1) meningkatnya sadar wisata dari masyarakat dan pengembangan wisata; 2) meningkatnya wawasan berwirausaha; 3) meningkatnya pengetahuan tentang tata buku dan penentuan harga jual yang benar untuk industri rumah tangga; 4) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengemasan dan pemasaran produk industri rumah tangga. Program keberlanjutan KKN-PPM memprioritaskan pada peningkatan potensi wisata alam. Metoda pelaksanaan yang dilakukan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan KKN-PPM terdiri dari penyuluhan Sadar Wisata

Sapta Pesona; pelatihan kewirausahaan; pelatihan pengelolaan dan pemasaran wisata alam dan kuliner; pelatihan membuat souvenir/cinderamata wisata; dan pemberian alat produksi souvenir wisata; pelatihan pemasaran wisata berbasis teknologi informasi; pelatihan pengemasan produk; pelatihan pemasaran berbasis teknologi informasi untuk krupuk lempeng, pelatihan kripik pare dan abon jamur tiram; serta penyerahan alat produksi abon jamur tiram; pelatihan tata buku; pelatihan penentuan harga jual produk; pelatihan pengemasan produk; pelatihan hidroponik, ecobrik, dan aquaponik.

Kata kunci: pemberdayaan, potensi wisata, potensi ekonomi, teknologi informasi

ABSTRACT

Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM; Community Service – Society Empowerment Training) is expected to provide students with learning and working experiences in community empowerment. Universitas Katolik Widya Mandala Madiun held KKN-PPM in five hamlets: Brojo, Ngandong, Jatirogo, Katregan, and Sewu, in Desa Kresek, Kabupaten Madiun. Desa Kresek has economic potential and natural tourism potential. The tourism potential is tubing or rafting, while the economic potential are home-based industries: oyster mushrooms, rengginang, krupuk lempeng, woven bamboo, dairy cow’s milk, cow’s milk soap, and yogurt. The purpose of the activity: 1) to further enhance the economic and tourism potentials of the community; and 2) to improve the economic welfare and social life of the community. Targets to be achieved: 1) increased tourism awareness in the community and tourism development; 2) increased entrepreneurial insight; 3) increased knowledge about book-keeping and the determination of the correct selling price for home industries; 4) increased knowledge and skills in the packaging and marketing of household industrial products. The KKN-PPM sustainability program prioritizes the improvement of the natural tourism potential. The method of implementation is through counseling, training, and assistance. KKN-PPM activities consist of counseling on Sapta Pesona Tourism Awareness; entrepreneurship training; training in management and marketing of natural and culinary tourism; training in souvenirs / tourist souvenirs making; and providing tourism souvenir production tools; information technology-based tourism marketing training; product packaging training; information technology- based marketing training for plate crackers, bitter melon chips and oyster mushroom floss training; and handover of oyster mushroom shredded production equipment; book-keeping training; product price determination training; product packaging training; aquaponics, ecobics, and aquaponics training.

Keywords: empowerment, tourism potential, economic potential, information technology

File dapat diunduh dengan tautan di bawah ini

5.KKN-PPM: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KRESEK, KABUPATEN MADIUN MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM DAN EKONOMI.pdf