Jurnal ASAWIKA Volume 4 No. 2 Edisi November 2019 Fadjar Kurnia Hartati, Arlin Besari Djauhari, Meithiana Indrasari, Fedianty Augustinah

PKM KRUPUK AMPAS TAHU DI DESA MEDOKAN SEMAMPIR

Fadjar Kurnia Hartati1)

, Arlin Besari Djauhari1), Meithiana Indrasari2)

, Fedianty Augustinah3)

1)Fakultas Pertanian, Universitas Dr. Soetomo

fadjar.kurnia@unitomo.ac.id

2)Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dr. Soetomo

meithiana.indrasari@unitomo.ac.id

3)Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Dr. Soetomo

fedianty.augustinah@unitomo.ac,id

Abstrak

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu memberikan solusi pada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh ibu Yeni Indah S. sebagai pemilik usaha produktif krupuk yang berada di Desa Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berorientasi kepada solusi dari permasalahan yang disepakati bersama, ada 4 hal yaitu peningkatan manajemen Mitra, peningkatan teknologi, peningkatan produksi dan pengembangan akademis. Hasil kegiatan PKM ini adalah Mitra dapat membuat ampas tahu basah menjadi tepung ampas tahu kering, yang selanjutnya tepung ampas tahu dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan kerupuk, mampu melakukan pemasaran dan cara menghitung keuntungan sebuah bisnis secara sederhana. Berdasarkan hal tersebut di atas diharapkan Mitra di Medokan Semampir bisa menambah ekonomi/penghasilan rumah tangga dengan tanpa meninggalkan rumah terlalu lama, sehingga kehidupannya lebih sejahtera.

Kata kunci: Ampas, tahu, krupuk, Medokan

Abstract

This community service aims to help providing solutions to some of the problems faced by Ms. Yeni Indah S. as the owner of a cracker productive business in Medokan Semampir Village, Sukolilo District, Surabaya City. The method of implementing the Community Partnership Program (PKM) was oriented towards the solution of the problems which was agreed upon with the Program partner. There are 4 targets in this program: improving Partner management, improving technology, and increasing production and academic development. The result of this PKM activity is that the Partner can convert wet tofu waste into dry tofu flour, which in turn can be used as a substitute for wheat flour in making crackers, able to do marketing and simple calculation of the profits of a business. Therefore the Partner in Medokan Semampir is expected to be able to increase household economy / income without leaving the house for too long, so that their lives will be more prosperous.

Keywords: pulp, know, crackers, Medokan

File dapat diunduh dengan tautan di bawah ini

PKM Krupuk Ampas Tahu di Desa Medokan Semampir.pdf