Asawika Volume 3 Tahun II – 2018 Celina Tri Swi Kristiyanti

ASPEK LEGAL PRODUK PANGAN OLAHAN GUNA PENINGKATAN NILAI EKONOMI DI SMKN 3 MALANG

 

Celina Tri Swi Kristiyanti 1) dan Handini 2)

 

1) Fakultas Hukum, Unika Widya Karya Malang

email: celin_fh@widyakarya.ac.id

2)Fakultas Pertanian, Unika Widya Karya Malang

email: handini@widyakarya.ac.id

 

Abstrak

 

Indonesia saat ini sedang menggalakkan ekonomi kreatif. Salah satu bentuk ekonomi kreatif adalah di bidang kuliner. Bentuk usaha di bidang kuliner yakni berbentuk rintisan dan UMKM. Dalam perkembangan dunia kuliner di Indonesia sangat diminati oleh generasi muda, salah satu indikator terjadi peningkatan peminat bidang tata boga baik di tingkat sekolah kejuruan maupun pendidikan tinggi. Namun seiring majunya usaha pangan olahan marak pula permasalahan hukum terkait pangan olahan antara lain produk pangan tanpa ada izin, tidak ada merek, tidak ada komposisi dalam kemasan pangan olahan dan tidak ada jaminan keamanan pangan.

Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk kepedulian agar sejak dini pelaku usaha pangan olahan memahami aspek legalitas secara menyeluruh yang meliputi jaminan kualitas pangan serta keamanan pangan. Jika kualitas terjamin dan terjaga maka menjadi keniscayaan pelaku usaha akan memperoleh peningkatan nilai ekonomi. Sasaran pengabdian masyarakat ini pada siswa SMKN 3 Malang kelas XI jurusan tata boga. SMKN 3 Malang merupakan sekolah kejuruan favorit yang memiliki banyak prestasi baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional. Tujuan kegiatan ini mendidik siswa semakin kompeten di bidang pangan olahan tanpa mengabaikan aspek legalitas. Sehingga setelah lulus dapat secara mandiri mengembangkan kompetensi dan meningkatkan nilai ekonomi dengan membuka rintisan usaha atau UMKM Pangan olahan tanpa melanggar aturan yang berlaku, sesuai standarisasi produk pangan olahan serta produk berkualitas layak kompetisi di era global.

 

Kata kunci: aspek legal, nilai ekonomi, produk pangan

 

Abstract

 

Indonesia is currently promoting creative economy. One form of creative economy is in the culinary field. The forms of business in the culinary field are in the form of stubs and MSMEs. In the development of the culinary world in Indonesia is in great demand by the younger generation, one indicator of an increase in enthusiasts in the field of cooking both at the level of vocational schools and higher education. But along with the advancement of processed food business, there are also legal problems related to processed food, including food products without permission, no brands, no composition in processed food packaging and no food safety guarantee.

Therefore this community service is a form of concern so that from the beginning processed food business actors understand the legal aspects as a whole which includes guarantee of food quality and food security. If quality is guaranteed and maintained, it is inevitable that business actors will obtain an increase in economic value. The aim of this community service is for students of Malang Vocational School 3 class XI majoring in culinary. SMKN 3 Malang is a favorite vocational school that has many achievements at the local, regional, national and international levels. The purpose of this activity is to educate students to be more competent in the field of processed food without neglecting the legal aspects. So that after graduation, you can independently develop competencies and increase economic value by opening a business or processed food MSMEs without violating the applicable rules, according to the standardization of processed food products and quality products worthy of competition in the global era.

 

Keywords: economic value, legal aspects, food products

File dapat diunduh dengan tautan di bawah ini

universitas katolik ukwk asawika 3 celina.pdf