Asawika Vol 04 No. 1 – Juni 2019 Y. A. Widriyakara

PEMBANGUNAN SARANA MANDI CUCI KAKUS OMUNAL DI DAERAH PASCA BENCANA, LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT

Y. A. Widriyakara S1), Wilhelmina Putri. N2), Angelina Novemita. S3), Catherina Novita. A4)
1) Dosen S1 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Unika Darma Cendika Surabaya

e-mail: widri_ukdc@yahoo.com

2) Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik, Unika Darma Cendika Surabaya

e-mail: wpnastiti@gmail.com

3)Mahasiswa Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Unika Darma Cendika Surabaya

e-mail: catalystra@gmail.com

4)Mahasiswa Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Unika Darma Cendika Surabaya

e-mail: ambarwati.catherina@gmail.com

 

Abstrak

 

Secara geografis Indonesia terletak di batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo Australia. Hal ini membuat Indonesia rawan mengalami bencana alam terutama gempa bumi. Gempa bumi yang terjadi karena adanya tumbukan antar dua lempeng tektonik tersebut menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit. Kerusakan akibat gempa bumi berdampak pada aktivitas manusia yang tinggal di daerah yang dilalui oleh gempa. Pulau Lombok merupakan salah satu pulau yang terkena serangkaian bencana gempa bumi di Indonesia. Pembangunan kembali bangunan dan fasilitas umum memakan waktu yang cukup lama, akan tetapi kebutuhan manusia sehari-hari tidak dapat ditunda. Melalui metode pengamatan dapat terlihat bahwa kebutuhan manusia yang penting salah satunya adalah kesehatan. Kesehatan diperlukan untuk keberlangsungan hidup mereka pada daerah bencana. Faktor penting untuk menunjang kesehatan para korban adalah dengan membangun sanitasi yang baik. Sarana sanitasi yang paling berpengaruh pada kesehatan adalah sarana mandi cuci kakus (MCK). Jika ditinjau dari jumlah pemakai yang membutuhkan, maka dapat disimpulkan masyarakat membutuhkan MCK komunal. MCK komunal merupakan fasilitas umum yang dipakai bersama untuk mandi, mencuci, dan buang air. MCK pada daerah pasca bencana harus dibangun sesuai dengan jumlah pemakai, lokasi, sistem penyediaan air bersih, dan sistem pembuangan air limbah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah MCK komunal yang dibangun di Lombok sudah memenuhi standar yang ada.
Kata Kunci: Lombok, MCK, Pasca Bencana

 

Abstract

 

Indonesia is geographically located on the boundary of the Eurasian and Indo Australian tectonic plates. This makes ndonesia prone to natural disaster, especially earthquakes. Earthquakes that occurr because of the collision between the two tectonic plates cause a lot of damages. Damages caused by earthquakes affect human activities in earthquake areas. Lombok Island is one of the islands affected by earthquake disasters in Indonesia. Rebuilding of
buildings and public facilities takes quite a long time, however human needs cannot be delayed. Through the observation method, it can be seen that one of the most important human needs is health. Health is needed for their
survival in disaster areas. An important factor to support the health of victims is by building good sanitation. Sanitation facilities that have the most influence on health are toilet washing facilities. If viewed from the nnumber of users in need, it can be concluded that the community needs communal toilet washing facilities. communal toilet washing facilities are shared public facilities for bathing, washing, and defecating. Toilet washing facilities in post disaster areas must be built according to the number ogf users, location, clean water supply system, and sewage system. The conclusion that can be drawan is that communal toilet washing facilities built in Lombok already meet the existing standards.
Keywords: Lombok, Comunal toilet washing facilities, Post Disaster

File dapat diunduh dengan tautan dibawah ini

https://drive.google.com/file/d/14xK7zbTC_YSKkOLwYgRmnXrJ7iVLwdaf/view